Kepsek Harus Kembali Mengajar 31 Januari 2008
Posted by rijono in Opini Pendidikan.Tags: karya pengembangan profesi, kepala sekolah, kualifikasi akademik, PNS, portofolio, sertifikasi guru
3 comments
PELAKSANAAN sertifikasi guru lebih dipermudah. Hal ini diatur dalam Peraturan Mendiknas No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Berbeda dengan pedoman pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2006, sertifikasi tahun 2007 hanya melalui penilaian terhadap dokumen portofolio yang disusun guru. Sebelumnya, sertifikasi (akan) dilaksanakan melalui penilaian diri sendiri dan portofolio, penilaian atasan, tes tertulis dan tes praktik mengajar, serta kolokium (wawancara pencocokan jawaban peserta). Kini guru cukup mengumpulkan dokumen portofolio yang terdiri atas 10 (sepuluh) komponen dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok komponen: A, B dan C.
Kelompok komponen A terdiri atas kualifikasi akademik (pemilikan ijazah); pengalaman mengajar (lama masa kerja); dan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (RPP dan praktik mengajar) bagi guru mata pelajaran, atau rencana program pelayanan bimbingan konseling (PPBK) dan pelaksanaan PPBK bagi konselor atau petugas BK. Kelompok A ini memiliki skor maksimal 845. Guru harus memperoleh skor minimal 300.
UNAS 25 Januari 2008
Posted by rijono in Cerpen.1 comment so far
Ternyata, tidak hanya anak sekolah, murid-muridku, yang harus menempuh UNAS. Aku, guru mereka, ternyata juga harus menempuh UNAS. Bedanya, UNAS untuk anak sekolah dilaksanakan setahun dua kali; sekali UNAS utama, dan sekali UNAS ulangan. Yang terakhir ini khusus untuk murid yang belum lulus pada UNAS utama. UNAS guru mereka, setidaknya untukku, berlangsung setiap saat. Memang beda. UNAS untuk murid adalah Ujian Nasional. Sedangkan UNAS untukku adalah Ujian Neraka atau Surga!
Koq Setia Banget Sih? 24 Januari 2008
Posted by rijono in Cerpen.add a comment
Aku tidak mengerti, apa maksud kakakku mengirim surat yang hanya berisi sebuah pantun dan ucapan selamat. “Sambal terasi terong ungu. Dimakan dengan nasi anget. Pada profesi guru. Kamu kok setia banget”. Selamat Hari Pendidikan Nasional Adik Guruku tersayang. Kakakmu, Dewi. Hanya itu yang tertulis di selembar kertas binder bergambar Spiderman sedang terperangkap dalam jaring laba-labanya sendiri. Tak ada yang lain.
Kubolak-balik kertas surat itu, untuk mencari tulisan yang mungkin saja tersembunyi. Sungguh. Aku ingin membaca sebanyak-banyaknya tulisan dari kakakku. Siapa tahu ada kabar tentang ayah. Pesan dari ayah. Atau omelan ayah. Sungguh. Aku ingin tahu apa yang terjadi di rumah, setelah lebih satu tahun aku mengabdi menjadi guru bantu di desa Kuala Buaya. Aku ingin menulis panjang lebar tentang keadaanku selama ini kepada ayah, kalau saja rasa egoisku tidak melarang.
Sertifikasi Guru bagi Non-PNS : Serius atau Main-Main? 23 Januari 2008
Posted by rijono in Opini Pendidikan.Tags: karya pengembangan profesi, kuota, PNS, portofolio, sertifikasi guru
19 comments
PEMERINTAH (DEPDIKNAS) telah menunjukkan niat baik dalam pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Pasalnya, guru tetap non-PNS mendapat jatah lumayan besar dari kuota guru yang akan disertifikasi, yakni sekitar 25%. Di Kaltim, dari kuota guru yang akan disertifikasi tahun 2007 sebanyak 2.543 orang, dialokasikan 543 orang untuk guru non-PNS alias guru sekolah swasta. Sedangkan yang 2000 orang adalah jatah untuk guru PNS.
Pemberian jatah (kuota) bagi guru non-PNS ini di satu sisi sangat menggembirakan bagi guru di sekolah-sekolah swasta, karena mereka merasa pemerintah memberikan perhatian yang sama kepada nasib guru swasta. Namun sekaligus menimbulkan kecemburuan bagi guru-guru PNS. Apa pasalnya? Karena guru-guru non-PNS umumnya masih memiliki masa kerja lebih sedikit dan relatif masih muda, kok sudah bisa ikut sertifikasi. Sementara itu guru PNS, masih harus antri, menunggu giliran untuk bisa masuk daftar panjang (long list) peringkat guru yang memenuhi persyaratan untuk disertifikikasi – sebagaimana yang ditetapkan dalam pedoman penentuan calon peserta sertifikasi.
Pengantar… 19 Januari 2008
Posted by rijono in Perkenalan.add a comment
Blog ini dibuat karena terinspirasi sama tulisan-tulisan Ayah saya, Nanang Rijono, seorang praktisi dan pengamat pendidikan di Kaltim. Sebenarnya iseng aja sih…, tapi rasa-rasanya eman bangedd klo ilmu-ilmu beliau – pikiran, ucapan, dan tindakan beliau – tidak terpublish secara online. Yach, udah menjadi kemakluman global klo internet ini bisa dianalogikan sebagai PUSAT DATA dari segala sumber data bikinan manusia. Harapan saya, tulisan-tulisan beliau ini dapat dinikmati oleh semua orang di belahan bumi manapun, sampai kapanpun – 10, 20, hingga ratusan tahun dari sekarang.
Sejak saya SMP, saya udah kagum ama karya-karya Ayah saya. Jaman harddisk masih 1 GB, dokumen-dokumen ketikannya (dulu masih pake WordStar, lalu hijrah ke MS-Word) aja udah setengahnya, 500MB. File text semua lho itu… bayangkan coba, berapa trilyun paragraf yang sudah pernah ditulisnya dari dulu sampe sekarang… Dan tu data udah bolak-balik hilang, di-recovery, ganti harddisk, corrupt (karena kenakalan anaknya yg paling cakep yg suka uthex-uthex kompie ini xixixixi)- kasian. Nah, sekarang – mumpung ada jasa blogging gratis yg disediakan wordpress - nggak ada salahnya tho klo artikel-artikel beliau, tulisan, hingga karya (Ayahku juga pujangga lo, ntar ta’ posting juga cerpen/puisi nya) ku-submit ke account blogger nya ini. Yaa, itung-itung backup-an data gratis lah…
Blog ini, adalah saksi jejak langkah beliau dalam mengabdikan kehidupannya utk dunia pendidikan yang amat dia cintai.
Dipersembahkan oleh saya, anak sulungnya, yg masih belum tau apa-apa tentang cara mendidik (karna masih butuh dididik) ….
Semoga isi pemikiran beliau yang tertuang dalam blog ini bisa memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
______________________________________
NB : posting ini adalah posting PERTAMA dan TERAKHIR dimana kata “saya” berarti adalah saya (eRQee). Untuk selanjutnya, kata-kata “saya” di sini adalah merujuk ke pemilik blog ini, Drs. Nanang Rijono, M.Pd. – for who this blog is dedicated… – dalam waktu dekat ini, saya akan meminta beliau sendiri yg me-manage content dari blog ini. Semoga di sela-sela kesibukan beliau, masih ada waktu utk blogging, hehehe….
Wassalam,
eRQee Prihanto